Ontologi Makna Al-Qur’an: Hakikat Dan Kedudukan Teks Ilahi
Keywords:
Ontologi, Interpretasi, DimensiAbstract
Penelitian ini mengkaji ontologi Al-Qur'an sebagai teks ilahi dengan memusatkan perhatian pada hubungan antara wahyu, mushaf, penafsiran, dan realitas sosial. Penelitian ini didasarkan pada pandangan bahwa Al-Qur'an tidak hanya dipahami sebagai kitab suci yang memiliki nilai-nilai transenden, tetapi juga sebagai sebuah teks yang hadir dalam konteks sejarah dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat ontologis Al-Qur'an sebagai firman Allah, menjelaskan hubungan antara wahyu dan mushaf, serta mengeksplorasi dimensi normatif dan historis dalam penafsiran Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan studi Al-Qur'an, filsafat Islam, dan kajian tafsir, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif-analitis dan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an memiliki dua dimensi yang tidak dapat dipisahkan, yaitu dimensi transenden sebagai wahyu ilahi dan dimensi empiris sebagai teks yang ditafsirkan oleh manusia dalam berbagai konteks sejarah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa para mufasir klasik cenderung menekankan pendekatan tekstual dan riwayat, sedangkan para mufasir kontemporer lebih berfokus pada penafsiran yang bersifat kontekstual dan historis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap ontologi Al-Qur'an memerlukan keseimbangan antara sifatnya yang suci dan universal dengan dimensi historis dan kontekstualnya agar tetap relevan dalam kehidupan masyarakat kontemporer.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Fakhri, La Ode Ismail Ahmad (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.