Journal History

 

Journal History & Profile

Jurnal Hadis Indonesia (JHI)
Institutional Legacy
Sejarah & Latar Belakang Wadah Diskursus Hadis Berstandar Ilmiah

Jurnal Hadis Indonesia (JHI) didirikan sebagai media publikasi ilmiah yang didedikasikan untuk menjembatani kajian teks klasik dengan dinamika studi kontekstual dan integratif modern. Berada di bawah naungan penerbitan Saoraja Hadis Institute Al-Musnad, JHI hadir guna memfasilitasi gagasan akademis para peneliti, dosen, dan mahasiswa dalam memperkaya khazanah keilmuan Islam di Indonesia dan dunia internasional.

Milestones & Perkembangan Jurnal (Chronology)

1
Inisiasi Pendirian & Legalisasi ISSN

Jurnal Hadis Indonesia digagas dan dirancang oleh Saoraja Hadis Institute bersama jaringan akademisi studi hadis untuk memberikan platform penerbitan yang terstandar, transparan, dan terstruktur secara ilmiah.

2
Implementasi Tata Kelola OJS & Open Access

Penerapan sistem manajemen jurnal elektronik berbasis Open Journal Systems (OJS 3) serta deklarasi kebijakan Full Open Access guna memastikan keterbukaan informasi ilmiah bagi publik secara global.

3
Penguatan Reviewer & Standarisasi Sitasi (APA 7th)

Memperluas jangkauan Dewan Redaksi dan Dewan Mitra Bebestari (Peer Reviewers) dari berbagai perguruan tinggi terkemuka, serta menetapkan standarisasi format sitasi otomatis berbasis gaya APA 7th Edition.

4
Indeksasi Nasional & Digital Preservation

Pengintegrasian metadata otomatis via Crossref DOI, Google Scholar, Garuda, serta preservasi digital jangka panjang berbasis jaringan PKP PN untuk menjaga aksesibilitas publikasi ilmiah tanpa batas waktu.

Rincian Informasi Kelembagaan Jurnal

Nama Resmi Jurnal Jurnal Hadis Indonesia (JHI)
Lembaga Penerbit Saoraja Hadis Institute Al-Musnad
Frekuensi Terbit 2 Kali Per Tahun (Juni & Desember)
Sistem Lisensi Hak Cipta Creative Commons CC BY-SA 4.0

Melalui perjalanan dan penyempurnaan yang terus berlanjut, Jurnal Hadis Indonesia siap melangkah menuju peningkatan mutu dan reputasi akademik secara konsisten demi melayani kebutuhan literatur studi keislaman kontemporer.